Minggu, 19 April 2009

SEMUT, KEONG DAN BENCANA GAMBUT

Dukungan Materi Cerita rakyat untuk Sekolah gambut

Setiap tahun, wilayah gambut selalu mengalami pasang surut air dan sudah tentu akibat pasang surut air ini akan terjadi banjir. Tetapi banjir sekarang tidak sama dengan banjir tempo dulu. Banjir sekarang setelah paska PLG 1 juta hektar banjirnya dalam dan waktu banjir lebih lama, bisa mencapai 32 – 4 bulan lamanya. Kalau dulu banjir tidak lama, paling lama sekitar 1 bulan dan itu sudah tidak banir lagi.

Menurut bapak Soeharto salah seorang tokoh atau Kepala Dusun Telukung Punei, banjir saat ini tidak menentu, dan sering datang sebelum musimnya. Apakah ini tertanda lingkungan gambut sudah rusak akibat proyek 1 juta hektar yang menghancurkan sumberdaya gambut. Banjir setiap tahun terjadi, biasanya di tandai dengan beberapa isyarat atau pertanda. Misalnya, ada semut hitam berbaris rapi berjalan menuju dataran yang lebih tinggi, maka, tidak lama lagi atau sekitar 10 hari dari semut itu pindah, banjir akan datang. Untuk mengetahui tinggi rendahnya air banjir datang, masyarakat menghitungnya dari tanda – tanda telur siput (keong) yang berwarna merah muda melekat pada satu tiang atau pohon dengan ukuran ketinggian tertentu, misalnya 1 meter atau 1,5 meter, maka banjir itu akan datang kurang dari 1 meter. Bila telur keong itu memiliki ketinggian 2 meter lebih maka banjir datang akan mencapai 2 meter. Kenapa ketinggian banjir bisa diukur dari telur keong, karena telur keong itu sangat peka terhadap air, bila belum waktunya menetas maka, telur itu bial kena air akan membusuk (telur gagal). Sehingga keong akan meletakan telurnya itu jauh dari datangnya banjir.

Tetapi seteah proyek PLG 1 juta hektar, terkadang keong pun tidak mampu memprediksi besar kecilnya banjir tiba, karena iklim sudah berubah, disebabkan kerusakan gambut oleh proyek. Terkadang banjir sangat lama, dan kemarau mengeringkan gambut sehingga banyak terjadi bencana kebakaran. Ini cerita yang bisa disumbangkan untuk materi pendukung sekolah gambut dalam mempelajari tanda-tanda alam di wilayah gambut.

1 komentar:

Matematika Itah mengatakan...

salam kenal,
wah ternyata tetangga sendiri
kenapa gak pernah mampir ke blog ku